→ Subscribe


Browsing Headlines » Follow Headlines

Menggerakkan Ekonomi Tanpa Melukai Alam →  November 5, 2013

Tidak semua cerita di Kalimantan adalah kelam. Menggerakkan ekonomi tanpa merusak sumber daya alam bisa dilakukan. Salah satunya adalah pertanian jeruk yang menjadi urat nadi perekonomian Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tanpa perlu bergantung pada ketersediaan bahan tambang, perekonomian masyarakat Sambas masih tetap bisa bergulir.

Baung Ubah Sungai Paku Kampar →  October 29, 2013

Harga mentahnya saja sudah mencapai Rp 40.000 sampai Rp 60.000 per kilogram. Pada Oktober ini, peredaran ikan baung sefar di pasar di Pekanbaru dan Kampar cukup melimpah. Harganya pun agak “lebih murah”, Rp 40.000 per kg. Yang terpukul dengan harga rendah ini adalah peani tambak di Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Maklum, dengan melimpahnya ikan baung dari alam, harga baung produksi tambak/keramba mereka mejnjadi lebih rendah. “Baung produksi kami saat ini hanya dihargai Rp 25.000 per kilogram oleh tengkulak,” ujar Sadasril (41), warga Desa Sungai Paku, saat dikunjungi di Waduk Sungai Paku, awal pekan kemarin.

APEC dan Sales Liberalisasi →  October 20, 2013

Pertemuan dan kesepakatan yang dibuat dalam APEC bukan merupakan hal yang spesifik, karena pola yang sama dilakukan oleh Indonesia dalam hubungan dengan negara lain (dalam semangat multilateralisme). Sebagai forum yang mempertemukan ide-ide antarnegara tetap saja peristiwa peristiwa KTT semacam ini memiliki nilai penting. Namun, interaksi itu menjadi tak memiliki makna bagi kepentingan nasional apabila sebagian besar agendanya dibajak oleh segelintir negara maju dan pemain swasta besar. Indonesia mesti merumuskan peran dan agenda yang harus dimainkan dalam forum semacam itu agar regulasi yang disusun paralel dengan kepentingan nasional. Selebihnya, urusan ekonomi suatu negara merupakan hajat publik yang tak laik hanya disuarakan oleh para eksekutif perusahaan besar, tapi harus merepresentasikan keseluruhan kepentingan anak bangsa, yang di dalamnya ada petani, nelayan, pelaku UMKM, pedagang, pekerja sektor informal, buruh, dan seterusnya. Pemerintah, secara sadar, telah melupakan hal paling elementer ini.

Kemana Arah Pembangunan Kita? →  October 20, 2013

Arus globalisasi, yang telah membuat batas wilayah antar negara seakan tidak ada (borderless), bagaimanapun harus kita akui dapat memberikan manfaat berupa sistem produksi dan perdagangan yang lebih efisien yang memungkinkan masyarakat menikmati barang dan jasa dengan kualitas yang lebih baik dan sekaligus juga dengan harga yang lebih murah. Demikian pula, persaingan yang sehat antar produsen lintas negara dapat mendorong mereka untuk melakukan sejumlah inovasi kreatif dan menghasilkan produk dan teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia. Dengan kata lain, kekayaan bangsa-bangsa (the wealth of nations) dan kepuasan konsumen warga dunia hanya dapat dimaksimalkan melalui kegiatan-kegiatan ekonomi yang terintegrasi secara global.