Mengamankan Tujuan Pembangunan

July 31st, 20122:57 am @

0


Mengamankan Tujuan Pembangunan

Tahun 2011 ditandai dengan pergeseran penting dalam konsep kita tentang peran sector kesehatan dalam pembangunan bangsa.

Ada dua peristiwa penting ytang memperkuat penilaian tentang keberhasilan pembangunan dengan melinbatkan penyakit tak menular (non-communicable diseases/NCDs) dalam indicator kesehatan ini. Pertama, pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB tentang NCDs pada September 2011 di New York, Amerika Serikat, dan kedua, Konfrensi Dunia tentang Determinan Sosial Kesehatan pada Oktober 2011 di Rio de Jeneiro, Brasil.

Masuknya isu penyakit tidak menular dalam agenda pembahasan merupakan kedua kalinya dalam sejarah PBB setelah isu AIDS. Ini menandakan betapa krusialnya isu penyakit tidak menular dalam tatanan global dewasa ini dan bagaimana hebatnya penyakit ini terhadap kesejahteraan suatu bangsa.

Beban Baru

Penyakit tidak menular-termasuk di dalamnya penyakit degeneratif-antara lain dalah serangan jantung dan stroke, kanker, diabetes, dan penyakit pernafasan kronis. Semua ini dipandang akan mendatangkan beban baru dan tantangan berat di berbagai negara di dunia.

NCDs telah menyebabkan 63 persen dari kematian global. Di perkirakan 36 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit-penyakit sehingga menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang luar biasa. Tk pelak lagi NCDs menjadi ancaman serius begi tujuan pembangunan pada masa depan.

Keadaan ini tidak menguntungkan, karena terutama kita sendiri masih berjuang menanggulangi berbagai penyakit menularl, seperti HIV/AIDS, TBC, dan malaria. Penaggulangan penyakit-penyakit ini telah menjadi target yang harus dipenuhi dalam Tujuan Pembangunan Milenium (Milennium Development Goals/MDGs) kita pada 2015.

Dengan munculnya ancaman baru dari NCDs dan belum tuntasnya upaya penanggulangan penyakit menular, kita dihadapkan pada beban ganda. Untuk mengtasinya diperlukan adanya strategi komprehensif sehingga dapat menjawab masalah hingga ke akar permasalahan

Mengapa penanggulangan NCDs haru menjadi prioritas pembangunan? NCDs bukan semata masalah kesehatan, melainkan tantangan pembangunan yang harus diatasi. NCDs mengorogoti dangan cepat hasil-hasil pembangunan yang di capai dengan susah payah. Kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan pamungkas dari pembangunan yang direnggut tanpa ampun oleh epidemi NCDs.

Tidak sedikit masyarakat yan setiap tahun tergelincir ke dalam kemiskinan karena biaya penaganan NCDs yang meroket. Sumber daya keluarga dan Negara akan mendapat tekanan luar biasa karena prevalensi NCDs yang terus meningkat.

Penanggulangan

Jelas, sektor kesehatan memainkan peran sentral dalam penanganan NCDs. Namun, mengatakan bahwa hanya sektor kesehatan yang bertanggung jawab merupakan asumsi yang keliru. Penaggulangan NCDs harus merupakan pendekatan intersektoral, melibatkan berbagai kementrian atau lembaga sebagai pemangku kepentingan di luar sektor kesehatan.

Perangkat peraturan dan kebijakan yang bermuara pada upaya mendorong pencegahan dan pengendalian NCDs mereupakan komponen vital dalam penanggulangan NCDs. Institusionalisasi kebijakan dan program pencegahan serta pengendalian NCDs kedalam agenda pembangunan yang lebih luas dapat jadi langkah strategi yang dapat ditempuh untuk memerangi NCDs secara komprehensif.

Jika NCDs dilihat dalam konteks yang lebih luas dan melibatkan sulosi intersektoral, pendekatan determinan sosial kesehatan akan menjadi landasan konseptualnya.

Pendekatan determinan sosial kesehatan melihat, sebagian besar beban penyakit global di sebabkan oleh akses yang tak merata te4rhadap pelayanan kesehatan, gaya hidup, ataupun kondisi lingkunganb tempat masyarakat lahir, tumbuh, bekerja, dan menua. Startifikasi sosial di masyarakat, yang bersumber pada distribusi pendapatan yang tidak merata dan diskriminasi serta memperkuat ketidaksetaraan dalam mengakses pelayanan kesehatan, sehingga penanganan NCDs tidak memadai.

Dalam konteks nasional, penyakit menular, NCDs dan ketidaksetaraan dalam akses pelayanan kesehatan harus diatasi. Diperlukan reorintasi pelayanan kesehatan dan program kesehatan masyarakat agar leih efektif dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut

Beberapa factor penyulit, seperti laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang lebih cepat dari ketersediaan infrastruktur, mengharuskan pendekatan. Intersektoral yang lebih kuat dan terencana.

Hal yang dibutuhkan adalah mengubah pola pikir sektoral menjadi holistik,  dan kesediaan untuk bekerja sama lintas sektor secara obyektif, yang benar-benar mrengutamakan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

Upaya Pencapaian

Kunci penanganan kesehatan-baik nbaik penyakit menular maupun tak menular-adalah memperbaiki kondisi sosial kesehatan masyarakat secara umum. Tanpa penanganan efektif terhadap determinan sosial kesehatan, upaya pencapaian MDGs, terhadap di sektor kesehatan akan menjadi lebih sulit. Pada gilirannya, ini akan turut mempengaruhi secara negatif upaya-upaya pencapaian target-target MGDs lainnya.

Sayangnya, sampai saat ini kita masih berkutat pada masalah-masalah dalam pembangunan sebagaimana teruang pada target-target MDGs, seperti penaggulangan kemiskinan yang ekstrem dan kelaparan. Akibatnya, tantangan untuk menaggulangi NCDs makin berat untuk kita.

Dari sudut pandang lain, upaya mengurangi kesenjangan dalam akses kepelayanan kesehatan dan upaya penaggulangan NCDs menjawab tantangan yang belum menjadi fokus MGDs selama ini. Target-target yang harus dicapai dalam MGDs berfokus pada pencapaian rata-rata nasional dan tidak mempersoalkan disparitas yang berada di dalamnya. Jadi, kesetaraan dalam mengakses pelayanan kesehatan akan mengompensasi kekurangan ini.

Demikian pula upaya pengendalian dan pencegahan NCDs yang berhasil akan memperkokoh pencapaian MGDs, dan menjamin keberlangsungan masyarakat yang sejahtera. Program pengendalian dan pencegahan NCDs mereupakan keharusan yang tidak dapat di tawar.

Penanganan dini terhadap NCDs memerlukan biaya dan sumber daya, tetapi membiarkan NCDs tidak terkontrol akan memerlukan biaya dan sumber daya yang menjauh lebih besar. Pilihan kita menentukan konsekuesinya.

NILA F MOELOEK (Utusan Khusus Presiden RI Untuk  Millenium Development Goals)